BRMP Sulsel Identifikasi Kebutuhan Kelompok Brigade Pangan di Kab. Sidrap
Sidrap, Selasa (14/7/2026) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan melakukan kegiatan Identifikasi Kelompok Brigade Pangan/Petani Milenial di Kabupaten Sidrap. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, 14 s.d 15 Juli 2026.
Hari Pertama di Watang Pulu
Hari pertama (14/7) bertempat di Kantor BPP Kelurahan Ulle Ale, Kecamatan Watang Pulu. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap Ibrahim, S.P., Ketua Tim Kerja Penyuluhan Maryam, S.P., M.P., Koordinator Penyuluh BPP Watang Pulu, serta perwakilan kelompok Brigade Pangan (BP) Tunas Baru Kelurahan Bangkai, Brigade Limpoe Kelurahan Lawawoi, dan BP Saromase 093.
Acara diawali dengan sambutan Koordinator Penyuluh Kecamatan Watang Pulu. Ia menyampaikan bahwa brigade pangan sangat berharap besar untuk mendukung program Kementan terkait swasembada pangan berkelanjutan.
Selanjutnya arahan disampaikan oleh Kepala Dinas TPHPKP Kab. Sidrap, Ibrahim, S.P. Beliau menekankan pentingnya optimalisasi lahan rawa dan perbaikan infrastruktur jaringan irigasi.
"Alsintan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Bantulah petani, ajak komunikasi, dan lakukan penguatan kelembagaan. Saya optimis pertanaman MT II masih bisa terselamatkan," tegasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari mensukseskan program Asta Cita Presiden. "Masa depan Sidrap bergantung kepada kita semua," ujarnya.
Hari Kedua di Tellu Limpoe
Selanjutnya, di hari kedua (15/7) kegiatan dilaksanakan di BPP Kecamatan Tellu Limpoe. Hadir Ketua Tim Kerja Penyuluhan Maryam, S.P., M.P., Koordinator BPP ST. Rawasiah, S.P., M.P., dan perwakilan BP Merah Putih Desa Teteaji Polewali, BP Arateng Kelurahan Arateng, BP Saromase 092 Kelurahan Pajalele.
Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kelompok brigade pangan/petani milenial di lapangan. Sekaligus memastikan dukungan pemerintah berupa alsintan, benih, dan pupuk tepat sasaran, hingga adopsi teknologi modern.
Selain itu, identifikasi juga dilakukan untuk merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini guna membangun ekosistem agribisnis dan mencapai target swasembada pangan.
(JH)